Banyak Kepsek Kecewa Jalur Khusus Anak Guru Dihapus

Banyak Kepsek Kecewa Jalur Khusus Anak Guru Dihapus

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dan SMK negeri yang akan diumumkan pada Sabtu

(29/6) besok. Namun sejumlah guru justru gigit jari. Alasannya, anak-anak mereka yang pada aturan sebelumnya mendapat jatah kursi, malahan tidak bisa masuk di sekolah di mana orang tuanya mengajar.

Menurut catatan, Formasi PPDB 2019 melalui jalur khusus anak guru telah ditiadakan. Sebab, jalur zonasi yang diakui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya mencakup jalur zonasi kombinasi, jalur Keterangan Ekonomi Tidak Mampu (KETM), jalur Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), jalur Prestasi Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN), Jalur Prestasi (Japres) olahraga dan seni serta jalur Perpindahan Orang Tua Siswa.

Kepala SMAN 5 Kota Bogor, Dewi Suhartini pun sangat menyanyangkan dihapuskannya jalur untuk anak guru.

“Ya sayang sekali, jalur untuk anak guru dihapuskan, sehingga anak guru yang mengajar di SMA ini terpaksa harus mengikuti rangkaian PPDB secara regular. Kalau tidak lulus, ya terpaksa anak guru di sini harus belajar di sekolah swasta,” sesalnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 7 Kota Bogor, Agus Triadi, juga sangat menyayangkan dihapuskannya peluang masuk untuk anak guru. “Untuk tahun ini, memang tidak ada jatah untuk jalur anak guru. Tetapi apa boleh buat. Itu adalah aturan yang sudah ditetapkan dari atas dan kita tidak berani mengambil risiko. Akhirnya ya kita terima saja, anak guru harus masuk ke sekolah swasta,” kata Agus.

Hal senada juga disampaikan Wawan, salah seorang staf pengajar SMA Negeri 2 Kota Bogor.

Menurutnya, seharusnya jalur untuk anak guru tetap dipertahankan guna penyeimbang antara tugas dengan tanggung jawab guru sebagai orang tua. “Di sekolah ini, para guru mendidik murid-muridnya untuk bisa menjadi lebih baik, sementara kita tidak tahu hasil pendidikan anak-anak kita di luar sana seperti apa,” kata Wawan.

Belum lagi jika dilihat, tutur Wawan, proses PPDB di sekolah dilaksanakan para guru. “Anak orang lain kita urus, sementara anak-anak kita sendiri tidak terurus,” tambah Wawan. Selain itu, rasa penyesalan pun dilontarkan Wakil Kepala SMK Negeri 1 Kota Bogor Nani Maryani. Nani juga sangat menyayangkan dengan dihapuskannya jalur untuk anak guru. “Dahulu keberadaan anak guru begitu sangat dihargai dan mereka diberikan porsi yang sesuai, bahkan untuk lebih menghargai profesi guru sebagai pendidik, namanya pun disebut jalur Program Maslahat Guru (PMG).

Tetapi kenapa sekarang justru jalur itu dihapuskan dan diganti dengan jalur Perpindahan Dinas Orang Tua. “Dengan dihilangkannya jalur PGM, atau jalur untuk anak guru, ya dengan berat hari kita mah gigit jari saja,” kata Nani tampak sedih.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3R25WYF