Latar Belakang VOC

Latar Belakang VOC

Pembentukan VOC (Verenigde Oost indische Compagnie)

Untuk mengatasi persaingan dagang yang tidak sehat, perusahaan-perusahaan ekspedisi Belanda melebur menjadi satu pada tanggal 20 Maret 1602 dengan nama Verenigdle Oost indische Compagnie (VOC atau Perkumpulan Dagang Hindia Timur). Ide penggabungan perusahaan-perusahaan itu berasal dari seorang tokoh Majelis Perwakilan Tinggi Belanda, Johan wan Oldenbarnevelt. Gubernur jenderal perțama vo 1alan Pieter Both yang mulai memerintah pada tahun 1609 dengan pusatnya di Ambon.

Berikut adalah tujuan Belanda mendirikan VOC.

  • Menghindarkan persaingan antarpengusaha Belanda.
  • Mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
  • Agar mampu bersaing dengan kongsi dagang dari bangsa lain, seperti Potugis dan Spanyol.

Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, VOC mendapat hak-hak istimewa (hak oktroi) dari pemerintah Belanda. Berikut adaiah isi hak oktroi.

  • Memonopili perdagangan
  • Membentuk tentar sendiri untuk mempertahankan diri
  • Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
  • Mencentak dan mengedarkan uang
  • Menyatakan perang dan mengadakan perdamaian
  • Mengangkat dan memberhentikan pegawai

VOC dengan mudah menguasai daerah-daerah di Nusantara disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

  1. Tidak adanya persatuan di antara raja-raja di Nusantara. Para raja tersebut saling berebut kekuasaan, seperti antara Kerajaan Mataram dan Kerajaan Banten. Akibat dari perpecahan tersebut kedudukan raja menjadi lemah dalam menghadapi VOC.
  1. Peralatan perang yang dimiliki VoC lebih lengkap dan lebih baik.
  1. VOC menjalankan politik perang, perjanjian, adu domba, dan memecah belah. Politk perang digunakan untuk menguasai daerah. Politik perjanjian digunakan untuk menyusun kekuatan kembali. Politik adu domba digunakan untuk menimbulkan persengketaan dan perarng antarpenguasa daerah atau antarkeiuarga penguasa di suatu kerajaan. Adapun politik memecah belah digunakan untuk melemahkan kekuatan para penguasa di Nusantara, contohnya Raja Hasanuddin dari Makassar diadu dengan Aru Palaka (Raja Bugis).
  1. Dalam bidang perdagangan VOC menggunakan sistem monopoli, verplichte leveranties (penjualan wajib), dan contingenten (penyerahan wajib) dai para penguasa di Nusantara. Pelanggaran ketiga sistem tersebut akan mendapatkan tindakan yang kejam cari VOC.

Pada tanggal31 Mei 1619 ketika Jan Pieterzoon Coen menjadi gubemur jenderal VOG, pusat VOC dipindahkan dari Ambon ke Jayakarta (Jakarta). Alasan pemindahan kantor VOC tersebut adalah etakJayekana dianggap strategis bagi pelayaran perdagangan dan Jayakarta lebih dekat ke Tanjung Harapan. d.P. Coen mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia sejak VOC bermarkas. di Jayakarta. Sikap VOC semakin kasar dan mulai menjajah bangsa indonesia. Akibatnya, rakyat Indonesia mengadakan perlawanan di mana-mana.

Menjelang abad ke-19, keuangan voC semakin memburuk sehingga VOC mengalami kebangkrutan. Karena keadaan tersebut, pada tanggal 31 Desember 1799 VOC dibubarkan. Benikut beberapa penyebab VOC cibubarkan.

  1. Pegawai-pegawai voc banyak yang melakukan karupsi sehingga keuangan VOC menipis dan bangkrut
  2. Pemaksaan, perampasan, dan penindasan yang dilakukan VoC menimbulkan penawanan di

mana-mana.

  1. Persaingan dagang dengan pihak Inggris (EIC).
  2. Peperangan yang sering dilakukan VOC sehingga VOC banyak mengeluarkan biaya yang besar.
  3. Utang VOC semakin besar sehingga tidak marnpu membayar atau mengembalikan.

Sumber:

https://kelasips.co.id/