Pemenuhan Hak Anak Jadi Harga Mati

Pemenuhan Hak Anak Jadi Harga Mati

Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengajak semua elemen di Kota Bogor

, mulai dari jajaran Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor hingga masy­arakat, bisa menjamin hak untuk anak. Hak yang dimaksud Bima adalah hak memperoleh kesehatan, pendidikan berkualitas, lingkungan bersih, sehat, aman dan nyaman.

Hal tersebut ia sampaikan saat men­ghadiri perayaan Hari Anak Nasional 2018 tingkat Kota Bogor di Taman Eks­presi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin. “Jadi bapak ibu mari kita sempurnakan hak dan kewa­jiban bagi anak-anak di Kota Bogor. Jangan hanya kewajiban yang kita tuntut, tapi mari kita penuhi hak mereka,” ka­tanya.

Tak hanya itu, Bima juga mengajak semua pihak memperlakukan anak-anak Kota Bogor

seperti anak kandung. ”Di­dik dan sayangi mereka serta berikan kesempatan anak di Kota Bogor agar mampu menjemput masa depan. Anak-anak yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang akan tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan membang­gakan,” terangnya.

Di sisi lain, Bima meminta semua pi­hak tak mudah percaya pada kabar burung atau hoax tentang penculikan anak yang ramai beberapa hari bela­kangan ini. Sebab, Pemkot Bogor ber­sama pihak berwajib sudah menelusuri dan menyelidiki isu tersebut. Hasilnya, sejauh ini tak ada peristiwa penculikan anak di Kota Bogor. “Kami berharap warga jangan mudah percaya infor­masi yang beredar melalui sosial media,” imbuhnya.

Kalaupun ada peristiwa terhadap anak, kata Bima, lebih pada kasus kekerasan anak yang masih

menjadi pekerjaan rumah semua pihak. Untuk itu, ia me­minta kerja sama dan koordinasinya dalam memerangi hoax.

Sekadar diketahui, perayaan Hari Anak Nasional di Kota Bogor dirayakan sehari jelang Hari Anak Internasional. Pemkot Bogor selalu siap dan semangat menja­dikan Kota Hujan sebagai kota ramah dan layak anak. “Kota ramah dan layak bagi anak bukan sekadar predikat atau penghargaan, tapi juga soal komitmen menjadikan anak Kota Bogor anak yang sehat dan siap menjemput masa depan,” ujar Bima.

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/