Penanaman Jagung Hibrida Dan Pemeliharaanya

Penanaman Jagung Hibrida

Penanaman Jagung

Tiga komponen yang harus diperhatikan dalam penanaman sebagai syarat untuk menghasilkan panen yang tinggi, yaitu:

  •  Waktu Tanam

Waktu tanam yang tepat akan mengurangi kegagalan panen dalam kaitannya ketersedian air, serangan hama penyakit dan ketersedian unsur hara.

  • Kedalaman Lubang Tanam

Kedalaman lubang tanam harus diperhatikan agar pertumbuhan tanaman tidak terhambat dan tidak mudah roboh. Lubang tanam dibuat dengan tugal dengan ke dalaman 3-5 cm tergantung kelembapan tanah. apabila tanah cukup lembab kedalaman cukup 3 cm.

  • Jarak Tanam

Dalam kegiatan ini dipersiapkan tambang plastik yang telah diberi jarak 20 cm dalam barisan tanaman, dan antar barisan dibuat ajir sepanjang 75 cm. kemudian lubang yang telah siap diberikan benih 2 biji per lubang hal ini untuk menghindari penyulaman kerena akan membuat tanaman tidak seragam dan akan mempersulit detaselling, kemudian juga dibei furadan sebelum ditutup pupuk dasar langsung dapat diberikan atau ketika tanaman sudah tumbuh. Dalam pelaksanaannya dilapangan akan dihasilkan tanaman jantan dan tanaman betina, hasil dari tanaman betina inilah yang akan dijadikan benih hibrida, yang kemudian akan diperbanyak oleh petani.
Dalam penanamannya tidak berbarengan tetapi dibuat pola untuk baris pertama ditanami tanaman jantan 2 ST (hari sebelum tanam) kemudian dua baris berikutnya tanaman betina 0 HT (hari tanam) dan baris berikutnya 4 HST (hari setelah tanam). Jarak yang digunakan 40 cm antara tanaman jantan dan betina, sedangkan 70 cm untuk tanaman antar betina.

Pemeliharaan Tanaman Jagung

  • a. Penyiangan

Adanya gulma akan menurunkan jumlah dan kualitas panen jagung karena gulma akan bersaing dalam hal air, hara, dan udara. Penyiangan dilakukan satu sampai tiga kali dalam satu siklus pertanaman jagung.Pada tanah yang diolah secara sempuran biasanya penyiangan pertama dilakukan pada umur 15 hari, sedangkan pada TOT dilakukan pada umur 21 hari (3 minggu) atau mempertimbangkann kondisi gulma yang ada penyiangan kedua dan ketiga dilihat dari kondisi gulma yang ada kondisi tanaman pada umur 4-6 minggu, penyiangan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, penyiangan secara manual dan dengan cara kimiawi menggunakan herbisida.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan dengan mempertimbangkan kesuburan dan jenis tanah setempat, pemupukan dilakukan dengan cara, membuat lubang dengan tugal pada sebelah kiri dan kanan tanaman dengan jarak 7 cm dan kedalaman lubang 10 cm, setelah dimasukann pupuk lubang ditutup kembali menggunakan tanah. Pemupukan kedua dan ketiga dilakukan sama dengan yang pertama namun jaraknya dari lubang benih 15 cm.

Pemupukan menggunakan Sp-36, Kcl dan Za diberikan sekaligus pada waktu tanam dan pupuk urea diberikan 2 kali atau 3 kali. Pemupukan kedua pada umur 3 mingggu setelah tanam dan atau 6 minggu setelah tanam. Pemberian tiga kali di utamakan daerah-daerah miskin unsur hara dan daerah berpasir

  • Pengairan

Untuk hasil yang optimal tanaman jagung membutuhkan kebutuhan air yang merata, kebutuhan air terutama untuk berkecambah, pucuk petumbuhan vegetatif, pembungaan dan pengisisan biji. Pengairan di musim kemarau dilakukan selang 2 minggu dengan cara membuat saluran-saluran kecil diantara barisan tanaman atau dua barisan tanaman jagung


  • Pengendalian hama penyakit

Mengetahui jenis dan gejala serangan hama beserta penyakit akan sangat membantu dalam program pengendaliannya dan keberhasilan dalam bertanam jagung hibrida. Hama penyakit yang menyerangtanaman jagung beserta pengendaliannya berdasarkan sistem PHT (pengendalian hama terpadu).

Sumber : https://lahan.co.id/