Separuh Siswa yang Diterima di SMKN 4 Semarang Gunakan SKTM

Separuh Siswa yang Diterima di SMKN 4 Semarang Gunakan SKTM

Ratusan orang tua beserta siswa terpilih memadati ruang pendaftaran ulang di SMAN 1 Semarang sejak Kamis

pagi (12/7). Sebanyak 324 siswa terdaftar di jurusan Matematika dan IPA (MIPA) serta 108 di jurusan IPS. Mereka mengantre sejak pagi.

Sementara itu, di SMKN 4 Semarang, 605 siswa terdaftar di sembilan kompetensi keahlian. Hari ini beberapa orang tua murid mencabut berkas. Salah seorang di antara mereka, Sigit Wibowo. Warga Mijen itu menyayangkan nilai rendah, tetapi bisa diterima masuk berkat surat keterangan tidak mampu (SKTM).

“Nilai anak saya 26.00, tapi gagal. Tadi sudah saya daftarkan ke SMA swasta di Kedung Pane

. Sekarang tidak perlu anak pintar. Kalau punya SKTM, ya gampang,” ujarnya.
Separuh Siswa yang Diterima di SMKN 4 Semarang Gunakan SKTM
Ilustrasi: orang tua murid mendampingi anaknya ketika proses PPDB. (Tawakkal Basri/Fajar/Jawa Pos Group)

Kepala SMKN 4 Felix Yuniarto mengatakan, memang banyak keluhan dan laporan dari para orang tua siswa yang berkaitan dengan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) kali ini. Termasuk soal aduan surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dimiliki seorang siswa dengan nilai ujian 9.00. Namun, setelah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan datang langsung ke alamat pihak terkait, benar bahwa anak tersebut berhak diterima di SMKN 4.

“Sistem sekarang memang prioritas untuk warga miskin. Jadi, kami

tidak bisa berbuat apa-apa. Bagi warga yang mampu dan memiliki nilai yang cukup, kami mohon maaf agar mendaftar di sekolah swasta,” jelas Felix.

Pada awal pendaftaran, SMKN 4 diminati 1.200 calon siswa baru. Namun, setelah diketahui sistem SKTM bisa membantu anak yang nilainya rendah, jumlah pendaftar menjadi 900 orang. Untuk tahun pelajaran 2018-2019 ini, 300 siswa baru di SMKN 4 terpilih menggunakan SKTM. Sepuluh siswa di antara mereka memiliki nilai di bawah 20.00. Itu berarti 50 persen dari siswa baru berasal dari golongan tidak mampu.

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/